Blackberry Priv, Android Yang Lebih Produktif Dengan Keypad QWERTY

Diposting oleh GapTech pada 02:54, 17-Mei-16

If you can't beat them, join them. Itulah mungkin yang dilakukan oleh Blackberry dalam peperangan di arena pasar smartphone dalam beberapa tahun terakhir, yang semakin ramai. Sistem operasi besutan Blackberry, OS 10, memang belum bisa banyak berbicara di gelanggang persaingan. Blackberry kini mengadopsi sistem operasi besutan Google, Android. Masa depan sistem operasi Blackberry OS 10 pun kini dipertanyakan, namun begitu Blackberry dalam beberapa kesempatan masih tetap memberikan dukungan terhadap sistem operasi besutannya tersebut. Dalam dekade tahun 2000 an, kepopuleran Blackberry sempat menggeser dominasi Nokia, yang sebelumnya mendapat predikat sebagai handphone sejuta umat, karena dalam beberapa seri besutan Nokia amat laris di pasaran. Kini Blackberry menghadapi situasi yang sama dengan Nokia, kehadiran para vendor smartphone baru yang semakin agresif, membuat perusahaan yang sebelumnya bernama Research in Motion tersebut memutar otak lebih keras. Blackberry Priv, sebagai sebuah smartphone Android dan menghadirkan keamanan tinggi, mencoba dihadirkan Blackberry ditengah gempuran smartphone-smartphone lain. Priv, yang memiliki arti Privilage and Privacy, sebenarnya diposisikan di smartphone premium, disandingkan dengan produk-produk seperti Samsung Galaxy S6, smartphone besutan LG hingga Iphone 6 buatan Apple. Namun tampaknya Blackberry Priv belum bisa berbicara banyak di area persaingan dengan smartphone premium lainnya. Meskipun sudah dilepas kepasar beberapa waktu yang lalu, tidak ada salahnya kita melihat smartphone Android buatan Blackberry ini secara lebih dalam. Mari kita lihat apa yang ada didalam Priv. Desain dan Layar  4 (gambar: Blackberry) Blackberry Priv mewarisi desain dari seri Torch, yang mengadopsi input layar sentuh dan keypad fisik dalam berinteraksi dengan perangkat tersebut. Blackberry Torch sendiri memiliki prestasi cukup baik dalam sejarah Blackberry. Blackberry Priv memiliki bentang layar layar 5,4 inci AMOLED dan resolusi 2.560 x 1.440 piksel. Layar dari Blackberry Priv sudah dilindungi dengan Corning Gorilla Glass 4. Dengan gaya sliding untuk mengeluarkan keypad QWERTY, maka Blackberry Priv akan lebih panjang, yaitu menjadi sekitar 7,2 inci dalam kondisi keypad fisik terbuka penuh. Blackberry Priv memiliki berat 192 gram, lebih berat dari rata-rata smartphone, hal ini bisa jadi karena didalam tubuh Priv terdapat keypad fisik, yang smartphone lain tidak miliki. Keypad QWERTY sebagai andalan Blackberry, hadir dengan desain yang agak mirip dengan Blackberry Classic yang menggunakan sistem operasi Blackberry OS 10. Keypad tersebut sudah dilengkapi dengan backlit, seperti juga dalam seri Blackberry Classic. Bagi beberapa orang yang memiliki ibu jari besar, keypad dari Priv bisa jadi agak terlalu kecil. Selain bisa digunakan untuk mengetik pesan, keypad Blackberry Priv juga bisa digunakan sebagai trackpad, untuk navigasi kursor kita di pesan ataupun layar smartphone. fungsi keypad sebagai alat navigasi ini mengingatkan kita pada seri Blackberry Passport, yang juga mengusung fitur serupa. (gambar: Blackberry) Dari bodi Blackberry Priv, di sisi kiri smartphone terdapat tombol power, sedangkan dibagian kanan terdapat tombol pengatur volume. Port micro USB terdapat dibagian bawah, terdapat juga port audio 3.55 mm. Sedangkan Slot kartu SIM dan microSD, terdapat dibagian atas dari perangkat ini. Hardware  3 (gambar: Gsmarena) Mari kita lihat jeroan dari Priv, si Blackberry Android. Dapur pacu yang disematkan didalam Priv adalah Hexa-core Qualcomm Snapdragon 808 dengan kemampuan komputasi 64 bit. Untuk mendukung kinerja prosesor, didukung juga memori RAM dengan kapasitas 3GB dan kapasitas memori internal sebesar 32 GB. Pengguna yang menginginkan kapasitas penyimpanan menjadi lebih besar, dapat menambah dengan storage eksternal hingga 2 TB. Sebagai smartphone untuk mendukung produktivitas pengguna, Blackberry menyematkan baterai non-removable sebesar 3.410 mAh. Dengan kapasitas baterai lumayan besar, Priv bisa diajak bekerja seharian tanpa harus mengisi ulang. Untuk urusan koneksi seluler, Blackberry Priv terbilang sudah memiliki kemampuan yang lengkap. Teknologi internet 4G LTE sudah bisa dijalankan di smartphone ini. Blackberry Priv juga memiliki kemampuan koneksi Wi-Fi 802.11 b,g,n,ac. Priv sudah mendukung kemampuan koneksi LTE Cat 9, yang secara teori sanggup berpacu dengan kemampuan hingga 450 Mbps. Kamera Sebagai sebuah smartphone yang tidak ditujukan untuk murni multimedia dan fotografi, Blackberry Priv memang tidak terlalu menonjolkan segmen ini. Namun bukan berarti Blackberry mengesampingkan fungsi kamera, Priv sudah memiliki kamera utama dengan kemampuan 18 megapiksel dan kamera depan berkekuatan 2 megapiksel. Kamera tersebut juga sudah sanggup untuk mengambil video 4K dengan 30 frame per second dam pada 1080 frame per second. Bagi anda pecinta selfie, fitur panorama sudah bisa digunakan ketika kita akan mengambil gambar selfie kita Kesimpulan  4 (gambar: Blackberry) Sebagai sebuah smartphone yang memang diposisikan untuk menyasar segmen yang mengedepankan fungsi produktivitas perangkat, Blackberry Priv sudah dibekali dengan senjata yang cukup ampuh. Keypad QWERTY fisik memang salah satu andalan dari Blackberr Priv. Meskipun bukan yang terbaik, sektor kamera juga sudah dibekali dengan kemampuan cukup mumpuni. Kamera belakang sudah memiliki kemampuan mengambil gambar 18 megapiksel, sedangkan dibagian kamera depan memiliki kemampuan 2 megapiksel dan dilengkapi dengan fitur panorama. Sistem operasi Android Lollipop 5.1.1 disematkan didalam Blackberry rasa Android ini, kabarnya Priv sudah bisa di up date dengan Android yang lebih baru. Bagi anda yang menginginkan smartphone Android yang aman dan lebih bisa digunakan untuk urusan produktivitas, Blackberry priv bisa menjadi pilihan anda. Harga yang dibanderolkan ke Blackberry Priv sendiri dikisaran 9 jutaan rupiah.

Microsoft Display Dock, Kotak Ajaib Yang Membuat Smartphone Windows Menjadi Komputer Personal

Diposting oleh GapTech pada 02:51, 17-Mei-16

Persaingan sengit para pembuat perangkat smartphone memang menuntut perusahaan yang bersaing membuat gadget tersebut selalu mengadirkan inovasi dalam produknya, bukan hanya sekedar perangkat yang umum seperti para pesaing yang sudah buat dipasaran. Microsoft, Selain menghadirkan perangkat smartphone premiumnya, yaitu duo smartphone Lumia papan atas (Lumia 950 dan 950 XL), raksasa perangkat lunak tersebut juga menghadirkan aksesoris lain yaitu Microsoft Display Dock, yang memungkinkan merubah smartphone ini menjadi layaknya seperti personal komputer dengan menghubungkan smartphone ke layar monitor, mouse dan keyboard. Inovasi yang dilakukan Microsoft tersebut memang baru bisa dilakukan untuk smartphone papan atas mereka, yaitu Lumia 950 dan 950 XL, sementara seri Lumia yang lain belum mendukung fitur tersebut. Kedua smartphone tersebut sudah memiliki fitur Continuum didalamnya, yang memungkinkan kita merubah smartphone Windows menjadi Personal Computer. Dengan adanya fitur Continuum dan Display Dock, apakah kita sudah tidak lagi memerlukan sebuah PC alias personal computer atau laptop? Mungkin benar untuk beberapa hal, namun fungsi keseluruhan dari sebuah laptop barangkali belum bisa digantikan oleh Display Dock tersebut. Mari kita lihat seperti apa wujud dari Microsoft Display Dock tersebut. Desain  4 (port konektor dari Microsoft Display Dock) Ketika kita menghubungkan perangkat Lumia kita ke display dock dan kemudian ke monitor, maka monitor tersebut layaknya sebuah mirror alias cermin dari Lumia tersebut. Sehingga kita bisa memfungsikan perangkat Lumia kita layaknya sebuah touchpad. Display Dock tersebut berukuran selebar telapak tangan manusia pada umumnya, dengan dimensi tebal 64,1 mm, lebar 64,1 mm dan panjang 25,6 mm. Perangkat ekstensi tersebut memiliki berat 230 gram dan panjang kabel sekitar 100 cm. Dibagian depan, terdapat port USB-C yang berfungsi untuk menghubungkan Display Dock ke perangkat Lumia, sedangkan kita akan menemukan beberapa port konektor dibagian belakang. Konektor yang terdapat dibagian belakang diantaranya, tiga port USB 2.0, sebuah port USB-C , sebuah port HDMI dan sebuah lagi display port ke monitor. Jika kita ingin menghubungkan mouse dan keyboard, kita bisa menggunakan port USB 2.0 yang ada dibagian belakang, kemudian kita bisa menggunakan display port ataupun HDMI untuk melihat tampilan dari Lumia di layar. Fitur  4 Dengan menghubungkan perangkat Lumia kita, pengalaman melihat aplikasi di layar yang lebih besar menjadikan beberapa hal lebih produktif untuk kita lakukan. Sebut saja aplikasi Word, Excel, Power Point hingga browsing dengan Microsoft Edge akan seperti layaknya kita menggunakan personal computer. Mengetik dokumen memang bisa kita lakukan di layar ponsel, namun kemampuan mengetik di layar ponsel tersebut tentunya memiliki keterbatasan. Beberapa fitur dari aplikasi Microsoft Office tentunya tidak bisa kita optimalkan dengan sebuah layar smartphone yang hanya selebar 5.2 inci. Kini masalah tersebut bisa teratasi dengan adanya Display Dock dari Microsoft. Membalas email dengan tulisan yang lebih panjang tentunya bisa dengan mudah kita lakukan dengan bantuan Display Dock ini. Yang tidak kalah menarik, kita masih tetap produktif dan masih bisa menggunakan aktivitas smartphone seperti menjawab panggilan telepon, mengirim SMS tanpa menganggu dari tampilan di layar monitor. Berikut video penggunaan Microsoft Display Dock tersebut: Kesimpulan  3 Microsoft Display Dock merupakan aksesoris tambahan yang dijual terpisah dari perangkat Lumia. Aksesoris ini dibanderol dengan harga USD 99 atau sekitar 1,3 jutaan rupiah. Aksesoris tambahan dari Microsoft ini terbilang kecil, sekitar seukuran telapak tangan dengan dimensi 64,1 mm x 64,1 mm x 25,6 mm. Tentunya perangkat ini tidak terlalu memberatkan ketika kita bawa-bawa. Kehadiran Display Dock ini memang sangat membantu bagi kita untuk mengerjakan beberapa hal yang membutuhkan pengerjaan melalui layar yang lebih besar, namun tentunya perangkat ini memiliki beberapa kekurangan. Pertama, perangkat ini dibanderol dengan harga lumayan tinggi, dengan penjualan terpisah dari perangkat smartphone Lumia. Kedua, Display Dock juga bukanlan aksesoris yang berdiri sendiri dalam penggunaanya. Aksesoris ini masih membutuhkan keyboard, mouse, layar monitor dan tentunya kabel-kabel agar dapat kita gunakan, dan bagi sebagian orang mungkin hal ini agak merepotkan. Selain itu, tidak semua smartphone berbasis Windows 10 dapat menikmati fitur ini, hanya seri yang sudah mendukung fitur Continuum saja yang sudah suport. Smartphone berbasis Windows 10 yang sudah mendukung Continuum diantaranya Lumia 950 dan 950 XL, dan juga smartphone Windows 10 dari HP yaitu HP Elite X3. Jadi, apakah anda tertarik untuk mengubah smartphone Windows 10 kita menjadi sebuah perangkat personal computer? Jika anda tertarik, anda harus melirik Microsoft Display Dock sebagai aksesoris yang harus anda miliki. (gambar via: Microsoft.com)

Samsung Galaxy S7 Edge dan S6 Edge, "edge" S7 lebih berguna dan lebar

Diposting oleh GapTech pada 02:47, 17-Mei-16

Melihat kepopuleran dari Samsung Galaxy S6 Edge yang bisa dibilang sukses menawarkan sebuah terobosan baru dalam bidang “edge” kini Samsung kembali mengeluarkan Galaxy S7 Edge sebagai penerus dari generasi sebelumnya. Masih mengandalkan fitur dan hardware kelas atas S7 Edge mempunyai beberapa kelebihan dari pendahulunya itu. Apakah kelebihan dair S7 Edge dengan S6 Edge mari kita simak kelebihannya berikut ini. Design Samsung Galaxy S7 Edge mempunyai desain yang tidak Nampak berbeda jauh dari pendahulunya S6 Edge, akan tetapi Galaxy S7 Edge mempunyai layar yang lebih besar dari S6 Edge, tampilan layar S6 Edge adalah 5.1 Inch sedangkan S7 Edge mempunyai tampilan 5.5 inch yang sudah berteknologi AMOLED. Dan kedua smartphone tersebut mempunyai letak dan desain yang hampir sama seperti tombol Home yang masih terletak di bawah layar, pengatur suara yang masih terletak disamping kanan dan pada bagian bawah akan sama sama dijumpai microUSB, headphone jack dan single speaker. Tidak seperti S6 Edge yang belum mempunyai sertifikat tahan air dan debu, Samsung Galaxy S7 Edge sudah bisa dipastikan aman dari air dan debu karena sudah disertifikat IP68 yang berarti dapat bertahan selama 30 menit dalam air kedalaman 1.5 meter, serta kelebihan lain dari S7 Edge adalah mempunyai microSD slot dan nano SIM yang menurut Samsung sendiri mampu menampung kapasitas memori sampai 200 GB melalui slot microSD, sedangkan S6 Edge tidak bisa. TAMPILAN LAYAR Tampilan layar kedua smartphone ini sama menggunakan sebuah teknologi super AMOLED yang mampu menampilkan Quad HD resolusi, akan tetapi mempunyai perbedaan ukuran yaitu 5.5 inch untuk Galaxy S7 Edge dan 5.1 Inch untuk Galaxy S6 Edge, sedangkan untuk intensitas per pixelnya Galaxy S7 Edge adalah 534ppi dan pendahulunya 577 ppi sehingga secara angka ternyata kualitas layar galaxy S6 Edge lebih unggul ketimbang saudara barunya meskipun secara kasat mata sangat tidak terlihat. Sehingga kesimpulannya adalah apakah anda ingin layar yang lebih besar akan tetapi kualitas tampilan sedikit lebih atau tampilan yang kurang lebar tapi lebih bagus kualitasnya walaupun mata normal tidak bisa melihat. Performa Samsung Galaxy S7 Edge mempunyai dua buah varian CPU yang berbeda yaitu Snapdragon 820 2.1 GHz yang didukung oleh Adreno 530 GPU dan RAM sebesar 4 GB dan varian yang satunya adalah Exynos 8890 Octa processor yang mampu sampai 2.4 GHz . Sedangkan Galaxy S6 Edge sebenarnya juga mempunyai spek yang sudah sangat gahar, dibekali CPU Exynos 7420 2.1 GHz dan GPU Mali-T760MP8 dan RAM sebesar 3 GB. Sehingga untuk urusan gaming dan multitasking sudah tidak diragukan. Akan tetapi pihak dari Samsung Sendiri mengklaim kalau CPU dan GPU pada Galaxy S7 Edge mempunyai kecepatan 30 % lebih baik dari pendahulunya tersebut karena Exynos sendiri adalah buatan Samsung sehingga mereka tahu betul kelebihan dari hardware yang mereka buat. Baterai Sebenarnya untuk factor baterai tergantung dari konsumsi smartphone tersebut dan yang paling dikenal doyan energy adalah kapasitas layar, Galaxy S7 Edge mempunyai layar yang lebih besar 0.4 inch ketimbang pendahulunya sehingga Galaxy S7 Edge dibekali dengan kapasitas penyimpanan energy yang lebih besar yaitu 3600 mAh lebih besar 1000 mAh ketimbang pendahulunya yang hanya berkapasitas 2600 mAh. Kamera Samsung Galaxy S6 Edge mempunyai kamera yang hampir sama dengan S7 Edge, akan tetapi S7 Edge walaupun mempunyai resolusi yang lebih rendah akan tetapi mempunyai kelebihan ketika mengambil gambar dalam keadaan gelap atau kurang cahaya dan mempunyai range yang lebih dinamis serta representasi warna yang lebih bagus dari pendahulunya. Entah mengapa Samsung Memberikan bekal cuma 12 MP untuk S7 Edge padahal smartphone dengan harga 3 jutaan sudah banyak yang memberikan kapasitas sampai 16 MP. Akan tetapi jangan salah dahulu walaupun Cuma 12 Pixel akan tetapi anda harus ingat bahwa megapixel bukanlah ukuran utama dalam kualitas gambar yang dihasilkan karena proses dalam penggambaran dalam kamera juga menjadi pertimbangan yang utama dan hal inilah yang dimaksimalkan oleh S7 Edge. Dan karena mempunyai Dual Pixel teknologi sehinga kecepatan autofocus semakin cepat dan hasilnya pun untuk pengambilan video akan sangat terasa Apa kemajuan EDGE dari S7 Edge Samsung Galaxy S6 Edge sudah mempunyai people edge yang jelas sangat membantu dalam aktivitas sehari hari. Akan tetapi kemajuan dari Samsung Galaxy S7 Edge ini cukup significant dari generasi sebelumnya, tambahan pula Android Marsmallow yang semakin canggih dan cocok untuk smartphone ini. Mari kita lihat kemajuan kemajuan apa yang dimaskud tersebut. Dan Samsung Galaxy S7 Edge mempunyai Edge yang lebih lebar ketimbang pendahulunya, edge pada S7 Edge bisa mencapai sepertiga dari layar utama. Apps Edge Sebenarnya nama dari fitur ini sudah menjelaskan maksudnya, dengan Apps Edge ini anda pengguna smartphone ini dapat mensetup dan mengaksess applikasi applikasi yang sering dunakan di panel Edge, untuk menentukan setting Apps Edge anda dapat mengeklik icon + pada Edge dan tambahkan applikasi applikasi yang menurut anda paling sering digunakan. Dan jumlah maksimal applikasi pada Apps Edge adalah 10 applikasi Task Edge Sebenarnya sama dengan Apps Edge, Task Edge adalah sebuah panel yang mampu menghadirkan task task favorite yang paling sering anda gunakan. Mulai dair membuka kamera, ambil gambar selfie dan memulai pembuatan pesan SMS, sedikit berbeda dengan Apps Edge memang. Dan anda dapat membuka sepuluh task task favorite anda maksimalnya. People Edge. Sama dengan People Edge yang terdapat pada Samsung galaxy S6 Edge, yang dapat mempercepat kamu memanggil kontak orang kesayangan, akan tetapi pada People Edge s7 Edge ini ada beberapa tags yang terletak di masing masing kontak dan tambahan setting menu. Widge Panel Sebenarnya untuk fitur yang satu ini tidak ada nama khususnya, akan tetapi pada tempat ini anda dapat mengisinya dengan berita berita internet dari yahoo News, Stocks, Sports Scores , kalender Pengingat, keadaan Cuaca dan bahkan Kompas. Perbandingan Harga Perbandingan Harga Nah sebagai perbandingan antar smartphone tentu saja anda harus memikirkan harga, karena anda boleh berkeingan membeli smartphone mahal akan tetapi kalau harga yang ditawarkan berbeda jauh dari kemampuan anda maka anda harus perpikir berkali kali lagi untuk membelinya. Samsung Galaxy S7 edge menurut pencarian saya belum secara resmi beredar di Indonesia untuk saat ini,( saya sudah cek di took took online terbesar) sehingga susah untuk menerka perbandingan harga kedua smartphone tersebut.